Minggu, 01 April 2012

Unpan balik Emosi


Umpanbalik Emosi
Setiap perasaan adalah tanda, yang menyatakan bahwa ada hal perting yeng perlu diperhatikan untuk menpererat suara hubungan untuk melakukan perubahan dan menciptakan sesuatu yang baru. Emosi adalah alarm agar kita mengarahkan perhatian. Perasaan adalah berfungsi sebagai penggerak yang membuat anda mempertanyakan sesuatu, memcari imformasi, mempelajari, mengukur kemampuan anda.
Marah pada dasarnya sama dengan bahan bakar. Bila marah timbul, kita akan terdorong untuk berbuat sesuatu, berbicara untuk melakukan suatu pembelaan, lari, melawan, atau menyelesaikan masalah. Kita melakukan segala sesuatu, kecuali menghargai dan mendengarkan perasaan kita. Marah adalah suara dari dalam yang berteriak, berseru, memohon, memaksa, dan menuntut. Marah berfungsi sebagai peta yang menunjukan batas-batas dan aspirasi-aspirasi kita. Marah adalah sesuatu yang harus duhormati dan ditanggapi, bukan dikeluarkan begitu saja atau dikembangkan untuk menjadikan suatu kebencian dan permusuhan.
Mengelolah Impulsivitas Emosional
Kita semuanya dapat merasakan impuls emosi, termasuk raasa tersinggung dan prustasi. Dalam banyak situasi alarm ini bertindak sebagai isyaratintutif berharga. Ketika kita sedang tegang dan letih, energi, emosi, dan dorongan impuls yang selanjutnya mengelolah anda dengan mengalihkan perhatian ke hal yang produktif atau konstruktif. Dalam hal ini lebih suka disebut mengelilah dibandingkan mengendalikan. Karna apabila kita mengelolah impuls kita lebih memahami alasan yang sesungguhnya yang bisa menyebabkan kita marah dan kesal. Dan kita ddapat memahami petunjuk-petunjuk tingkat energy dan ketegangan kita, sehingga kita dapat waspada dan lebih tangguh untuk meghadapi tangtangan dan kesulitan tampa harus terhampas dan karam akibat badai impuls.
Mengelolah impuls merupakan kecerdasan emosional, meskipun kita tidak sampai membakar diri ketika sedang marah atau kessal. Impulsivitas dalam dunia kerja bisa merusak hubungan dan keberhasilan kita. Dalam beberapa perusahaan yang pernah berkonsultasi dengan para anggota yang berekskutif, manajemin dan kelompok kerja mengumumkan pendapat masing-masing secara terbuka “Kebanyakan eksekutif dikenal mempunyai kemampuan tersembunyi untuk memahami dan menangani emosi (Manfred F.R. Kets de Vries, INSEAD, Prancis).
Jikan anda benar-benar tidak sengaja kehilangan kendali Tanya aja kepada eksekutif. Jika suatu saat anda menghadapi diskusi yang memanas, tanyakan: kebutuhan apa yang tampak nya tidak terpenuhi pada saat ini ? nilai-nila apa yang sudah terancam disini ? asumsi apa yang menyebabkan saya bereaksi disisni ? perasaan atau ingatan apa yang teraktifkan pada saya dan mengapa ?

Bertanggung Jawab Atas Emosi Anda
Perhatikan sekitar anda: banyak orang menggunakan suasana hati sebagai alasan membenarkan tindakan-tindakan seperti bersikap dingin, melancarkan kritik tajam, dan kemarahan yang tidak jelas alasannya. Joshua Halberstam, kita sering menggantungkan diri pada alasan-alasan untuk melindungi diri seperti :
1.      Ya, seharusnya saya tidak berkata begitu, tapi kamu kan tahu karena itu aku cemburu.
2.      Ya, seharusnya saya tidak berkata begitu, tapi kamu udah kenal sifat ku, kan ?
3.      Ya, seharusnya saya menjawab, tapi aku takut ?
Emosi bukanlah alasanuntuk membela diri. Anda memilih marah-marah tiap kali anda berbuat demikian. Walaupun kita sulit untuk mengendalikan diri tapi kita haru berlatih untuk belajar mengendalikan diri. Masalah seperti ini bertumpu pada kemampuan menyalurkan impulsvitas ke sasaran-sasaran yang lebih berharga yang berdasarkan pada prinsip pribadi. Sasaran tersebut antara lain adalah menjalin persahabat dengan seseorang atau kelopok orang atau menolak dorongan sesaatuntuk menahan sesuatu imformasi baru yang menyebabkan orang lain mengalami kerugian. Atau, sesudah mengalami kerugian besar, kegagalan, anda mendorong untuk menbalas dendam, hasrat untuk menhadapi peasaing-pesaing anda, akana tetapi bertanggung jawab emosi anda dapat memilih membiarkan impuls-impuls ini berlalu menghadapi mereka dengan empati kredibitas.
Berikut adalah sebuah strategi tiga langkah untuk belajar mengelolah aenergi emosi :
1.      Akui dan Rasakan emosi yang anda alami jangan anda sengkal dan anda tekan.
2.      Dengarkan imformasi atau umpan balik dibalik emosi yang and alami, tanyakan kepada diri sendiri, misalnya “prinsip, nilai, atau sasaran apa yang apa yang saya pertaruhkan disini”?
3.      Arahkan, atau salurkan, energi emosi menjadi tanggapan atau reaksi yang tepat dan konstruktif.
Memang benar bahwa badai emosi kadang-kadang dapat membuat udara lebih segar, dan dapat menjadi pemicu keberanian. Namun, agar api kemaran bisa mewujud seperti itu, kemarahan itu harus dikenal dan diarahkan, inilah susah panyah diperjualkan washigton. Kemarahan itu harus diarahkan. Perlu di pahami bahwa apa saja yang dapat menghasilkan perasaan takut yang kuat dapat mematikan gagasan. Ini termasuk takut menghadapi keritik, taku malu dan takut gagal, takut kepada atasan yang pemarah dan takut malu atau gagal, takut kepada atasan yang pemarah, dan takut dipecat, bila dibiarkan lama kelamaan ketakutan ini menggorogoti rasa percaya diri dan megikis kesehatian, menciptakan iklim ketidak pastian, saling suriga, dan sabotase. Washinton menyalin seperangkat kaidah : “aturan tentang prilaku yang beradab dan sopan dalam pergaulan dan percakapan”.

Emosi Adalah “Sistem Isyarat” Serta Sumber Imformasi Dan Energi
Salah satu pokok pikiran yang perlu diperhatikan dalam kisah Washington Adalah marah sebentuk energy , misalnya bukan apakah itu baik atau buruk. Cara-cara yang anda menanggapi pesan inilah yang menentukan efek yang dihasilkan, “Emosi adalah system isyarat’ yang berfungsi sebagai alarm imfomasi yang kita butuhkan dan mengarahkan kita kejalan keluar, aksi atau perubahan pada saat tertentu.temperamin Washington berlaku untuk dirinya sendiri, jika tidak mengeduikan system isyarat ini kita bisa terjerumus ketindakan agresif, mengucikan diri, dan prilaku-prilaku yang sulit diterima oleh orang lain. System isyarat emosi dirancang orang dengan sebaik mungkin.
Kunci kecerdasan emosional adalah mengenali datangnya emosi-emosi yang menghambat saat dini. Bila kita terlambat gagal berbuat demikian kengerian akan terjebak kedalam kebencian, misalnya, atau kengerian atau selalu marah-marah yang bisa dikaitkan dengan rasa tersiksa kita sadar. Kita haruus menyediakan waktu berharga , energy, permusaratan perhatian. Kecerdasan emusional adalah bahwa emosi yang menghambat sesungguhnya adalah alarm  pengingat.
Seyogyanyalah suara hati bukan fikiran saja yang mendorong kita berbuat sebagai berikut :
·         Mendengarkan
·         Mencari imformasi yang jelas
·         Menilai
·         Tetap tegar dan terus maju
·         Belajar dan melakukan inovasi
·         Mengingat-ingat
·         Bersikap impati
·         Berubah dan memotivasi diri
EQ Dalam Tindakan
Apabila kita behadapan dengan sesuatu lingkungan yang menyesakkan dan lingkungan yang  otak cenderung berbuat hal yang sama, tetap lebih keras, yakni reaksi berbabi buta.
Ketika saya menerapkan latikan ini kepada sejumlah  ekskutif, beberapa komentar yang mereka berikan sesudah mempraktekannya:
Saya menjdi lebih sigap dan waspada .
Saya menjadi lebih serius.
Saya menjadi lebih mengperhitugkan.
Saya harus mempraktekan semua nilai yang saya anut
Saya menjadi jarang membuat keputusan gagabah yang berakhir dengan akibat buruk
Saya harus makin jujur secara emosi
Saya harus mengerahkan perhatian lebih banyak.
Saya tidak akan berbuat atau mengatakan sesuatu yang menyakiti hati orang lain











Analisis Laporan Keuangan, Efisiensi Produk Dan Kesehatan Bank Syari'ah






MAKALAH
“ Analisis Laporan Keuangan, Efisiensi Produk Dan Kesehatan Bank Syari’ah ”
Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “ Menejemin Keuangan Syar’ah ”
Dosen pengampu ibu : Zulaikah, ME.I




Oleh:

HUSNA

Kelas : A/PBS
SEKOLAH TINGGI AGAM ISLAM NEGERI (STAIN)
JURUSAN SYAI’AH
PROGRAM  STUDY PERBANKAN SYARI’AH
2011/2012

KATA  PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim


       Puji syukur  kami panjatkan kehadirat Alloh SWT  yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah  yang berjudul “Analisisn Laporan Keuangan, Efisiensi Dan Kesehatan Bank Syariah ’’ ini dalam rangka  syarat dalam memenuhi tugas  mata kulyah ”Manajemin Keuangan Syari’ah ’’
       Selain sebagai memenuhi tugas pada mata kulyaah Manajemin Keuangan Syariah , makalah ini disusun dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan mahasiswa STAIN PAMEKASAN, tentang penjelasan analisis laporan keuangan dan produksi yang aefisien dan kesehatan bank syari’ah. Akhirnya kami sebagai penulis berharap semuga makalah yang sangat sederhana ini bermanfaat bagi kita semua, dalam rangka melaksanakan tugas.


                               Semuga Alloh meridhoi kita Amin allohumma amin…………………………..





                                      Pamekasan, 3 Desember 2011
                                          penulis


                                     kelompok 9



DAFTAR ISI
Kata pengantar……………................................................................................................................

Daftar Isi………………………………………………………………………………………………..

BAB 1  PENDAHULUAN………………………………………………………………………………
A. Latar Belakang………………………………………………………………………………………
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………….
C. Tujuan Permasalahan……………………………………………………………………………….

BAB II  PEMBAHASAN

A.  Analisis Laporan Keuangan Bank Syari;Ah
B.  Fungsi laporan keuangan
C.  Sifat laporan keuangan
D.  Efisiensi produk bank syari’ah
E.  Penilaian kesehatan bank syari’ah
F. Hasil Penilaian dan Predikat Tingkat Kesehatan Bank

BAB III  PENUTUP……………………………………………………………………………………
A . Kesimpulan…………………………………………………………………………………………
B. Saran…………………………………………………………………………………………………

DAFTAR  PUSTAKAAN……………………………………………………………………………….


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-sehari bank syari’ah adalah lembaga intermediary keuangan diharapkan bank dapat menampilkan dirinya secara baik dibandingkan dengan bank dengan system yang lain (bank dengan basis bunga), gambaran baik dan buruk nya dapat dilihat dari kinerja nya dan tergambar dalam laporan keuangan. Tujuan laporan keuangan dapa sector perbankan syari’ah adalah untuk menyediakan imformasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan aktivitasnya operasi bank yang bermamfaat dalam pengambilan keputusan.
Sehubung dengan hal tersebut, maka isi makalah ini diuraikan beberapa definisi dan asfek yang terkait dengan masalah laporan keuanagan, efisiensi produksi dan kesehatan bank syari’ah.

B.     Rumusan Masalah
Untuk memfokuskan terhadap pembahasan makalah ini, kami hanya dapat menulis beberapa hal penting yang menjadi titik pemahaman dalam menjelaskan, diantaranya sebagai berikut:
1.      Bagaimana cara menganalisis laporan keuangan bank syari’ah?
2.      Apa fungsi analisis keuangan syari’ah ?
3.      Bagaimana menilai bank syari’ah yang efisiensi ?
4.      Bagaimana menilai kesehatan bank syari’ah ?

C.     Tujuan Permasahan
Adapun tujuan dari rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut:
1.  Untuk mengetahui cara menganalisis laporan keuangan bank syari’ah
2.  Agar mengetahui fungsi menganalisi keuangan syari’ah
3.  Agar mengetahui menilai keuangan bank syari’ah
4.  Agar mengetahui cara menilai kesehatan bank syari’ah








BAB II
PEMBAHASAN
A.     Analisis Laporan Keuangan Bank Syari’ah
Gambaran kinerja suatu bank  pada umum nya dan bank syari’ah pada khususnya, biasanya bercermin pada laporan keuangan. Laporan keuangan untuk menyediakan imformasi yang mengangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan aktivitas operasi bank yang bermamfaat dalam pengambilan keputusan. Suatu laporan keuangan bermanfaat  apabila imformasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, releven, andal dan dapat diperbandingkan. Meskipun demikian perlu disadari pula bahwa laporan tidak menyediakan semua imformasi yang dibutuhkan untuk suatu kepentingan dengan bank secara umum, laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan imformasi non keunangan. Namun, dalam dalam beberapa hal bank perlu menyediakan imformasi yang mempunyai pengaruh keuangan masa depan.
B.     Fungsi Laporan Keuangan
Sebagai imformasi keuangan yang dibutuhkan manusia, laporan keuangan mempunyai fungsi
1.      Imformasi dalam mengambil  putusan investasi dan pembiayaan laporan keuangan bertujuan menyediakan imformasi yang bermamfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan yang regional. Imformasi ini harus dipahami oleh pelaku bisnis dan ekonomi, pihak-pihak yang berkepentingan antara lain:
a.       Sahibul maal/pemilk dana
b.      Kreditur
c.       Pembayar  zakat, imfak dan sadaqoh
d.      Pemegang saham
e.       Otoritas pengawasan
f.       Bank Indonesia
g.       Pemerintah
h.      Lembaga penjamin simpanan
i.        Masyarakat
2.      Imformasi dalam menilai prospek arus kas
Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan imformasi yang dapat mendukung investor /pemilik dana, kreditur dan pihak-pihak lain dalam mempearkirakan jumlah, saat, dan ketidakpastian dalam menerima kas dimasa depan atas deviden, bagi hasil, dan hasil dari penjualan, pelunasan (redemption), dan jatuh tempo dari surat berharga atau penjamin.
3.      Imformasi atas sumber ekonomi
Laporan keuangan bertujuan memberikan imformasi tentang sumber daya ekonomis bank (economic resources), kewajiban saham untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham, serta kemungkinan terjadinya transaksi, dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut.
4.      Imformasi mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syari’ah, serta mengenai pendapatan dan penengeluaran yang tidak sesuai dengan prinsip syari’ah dan bagaimana paendapat tersebut  diperoleh serta penggunaanya.
5.      Imformasi untuk menbantu pihak terkait didalam menentukan zakat bank atau pihak lainnya.
6.      Imformasi  untuk menbantu mengevaluasi pemenuhan bank terhadap tanggung jawab amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang rasional, serta imformasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilik rekening investasi.
7.      Imformasi mengenai pemenuhan fungsi social bank, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat.
Ketentuan Sehubungan Dengan Laporan Keuangan
1.      Komponen-Komponen Keuangan
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan investasi  tidak bebas penggunan, laporan sumber dan penggunaan zakat dan dana kebijakan, laporan sumber dan penggunaan qord, dan catatan atas laporan keuangan.
2.      Bahasa Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus disusun dengan bahasa Indonesia, bila laporan disusun dengan selain bahasa Indonesia, maka laporan keuangan tersebut harus memuat imformasi yang sama dalam waktu yang sama. Dalam hal ini terjadi inkonsistensi dalam penyajian laporan , maka yang dipergunakan sebagai rujukan adalah dalam bahasa Indonesia.
3.      Mata Uang Laporan
Mata uang pelaporan harus mata uang rupiah. Apabila transaksi menggunakan mata uang selain rupiah, maka harus dijabarkan dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan  oleh bank Indonesia yang berlaku pada tanggal laporan.
4.      Periode Laporan
Laporan keuangan wajib disajikan secara tahunan berdasarkan tahun takwim, dalam hal bank baru terdiri, merger atau akusisi atau konsolidasi, laporan keuangan dalam digunakan dalam periode yang lebih pendek dari satu tahun takwin. Selain itu untuk kepentingan pihak lainnya, bank dapat membuat dua laporan yaitu dalam tahun takwim dan periode efektif . untuk periode tersebut wajib disebutkan:
a.       Alasan penggunaan periode pelaporan selain periode satu tahunan
b.      Fakta bahwa jumlah komperatif dalam laporan laba rugi, laporan laba ekuitas, laporan arus kas laporan investasi tidak bebas penggunaan, laporan sumber dan penggunaan zakat dan dana kebajikan, laporan sumber  dan penggunaan dan qard dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat dibandingkan.
5.      Imformasi Komparatif
a.       Laporan keuangan tahunan harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
b.      Imformasi komfaratif yang bersifat naratif dan deskriptif dan laporan keuangan periode sebelmnya wajib diungkapkan kembali apabila releven untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
c.       Dalam rangka penawaran umum (IPO) Imformasi komparatif yang disajikan harus sesuai  dengan ketentuan pasar modal.
C.     Sifat Laporan Keuangan
Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap  sebagai satu-satunya sumber imformasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
1.      Laporan kuangan bersifat historis, yaitu laporan keuangan yang sudah lewat, karenanya laporan keuangan tidak bias dikatakan sebagai satu-satunya sumber imformasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2.      Laporan keuangan bersifat keuangan, dan bukan dimaksudkan memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
3.      Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian, bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai peenilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih anternatif  yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang palin kecil.
4.      Laporan keuangan lbih menekankan pada makna ekonomis suatu pristiwa /transaksi dari pada bentuk hukumnya formalitas.
5.      Laporan-laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari imformasi yang dilaporkan.
6.      Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimabangan.
7.      Akuntansi hanya melaporkan imformasi yang material.
8.      Adanya berbagai anternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesusesan antar perusahaan.
Rasio –Rasio Keuangan Bank Syari’ah Di Indonesia
Hingga saat ini analisis rasio keuangan bank syari’ah masih menggunakan aturan yang berlaku dibank konvensional, jenis analisi keuangan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:
1.      Perbandingan internal adalah analisis dengan membandingkan rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama.
2.      Perbandingan eksternal adalah analisis dilakukan dengan membandingkan rasio perusahaan dengan  perusahaan lain yang sejenis dengan rata-rata industry pada suatu titik yang sama.
D.     Efisiensi Produk Bank Syari’ah
Efisiensi adalah kata yang menunjukan keberhasilan seseorang atau organisasi yang dijalankan yang diukur dari segi besarnya sumber yang digunakan untuk mencapai hasil kegiatan yang digunakan . ada dua konsep besar yang perlu dijelaskan disini, yaitu efisiensi dan produktivitas. Dua hal ini mempunyai arti yang berbeda, namun dua konsep ini suatu ketika saling berhubungan dan mempengaruhi. Sebagian fakar mengatakan efesiensi tidak sama dengan produktivitas , sebab efesiensi lebih beorentasi pada masukan dan keluaran, sedangkan produktivitas sangat memperhatikan masukan dan keluaran. Sebagian fakar mengatakan bahwa perhitungan efisiensi sama dengan produktivitas sebab dari produktivitas produksi. Semakin besar rasio produktivitas suatu produksi, semakin tinggi tingkat produktivitasnya dan semakin tinggi pula efisiensinya.
Oleh karena itu, suatu system produksi dapat dikatakan efisiensi jika memenuhi dua criteria berikut:
1)      Minimalisi biaya untuk menghasilkan jumlah output/keluaran yang sama, dan
2)      Memaksimalkan produksi dengan jumlah biaya yang sama.
Efisiensi produksi tidak hanya dapat dilakukan dengan melakukan control pada input, dengan melakukan minimalisasi biaya-biaya imput saja, namun dapat juga dilakukan dengan memperhatikan produktivitas output secara maksimal.
Efisiensi Produksi Bank Syari’ah Dalam Studi Empirik
Studi tentang perbandingan efisiensi produksi dibank syari’ah dengan bank konvensional telah cukup banyak dilakukan dengan hasil sangat bervariasi. Beberapa penelitian yang pernah dilakukannya adalah : bahwa bank prinsip bagi hasil merupakan bank lebih dibandingkan dengan bank konvensional, hal ini terjadi karena system bunga mendorong bank menyalurkan kreditnya untuk mengutamakan kemampuan kredit dari peminjam yang mengambill kredit dibank, sedangkan prospek prroduktivitasnya usaha dari perusahaan kurang di perhatikan. Dengan demikian kredit yang disalurkan oleh bank konversional serin “salah alamat” pada usaha-usaha yang produktif.
Lain halnya pada bank bagi hasil, bank akan menyalurkan pembiayaan sangat memperhatikan dengan menjaga prospek profitabilitas perusahaan yang akan menerima pembiayaan, sejak dari pembiayaan akan disalurkan sampai pada pengembalian pinjaman.
E.     Penilaian Kesehatan Bank Syari’ah
Bahwa sanya kesehatan bank adalah kepentingan semua pihak, yaitu pemilik pengelolah bank dan masyarakat pengguna jasa bank. Sehubung dengan itu bank Indonesia selaku Pembina dan pengawas perbankan menetapkan tatacara penilaian kenirja bank umum syariah (sementara menunggu KPMM dan ATMR khusus bank syari’ah yang saat ini masih dalam proses .
Dasar dan Sistem Penilaian Kesehatan Bank Syari’ah
Tingkat kesehatan bank dinilai dengan kualitatif dengan mengadakan penilaian atas factor-faktor permodalan (capital), kualitas aktiva produktf, manajemin, rentabilitas (earning), dan likuiditas. Untuk lebih jelas nya lihat tabel dibawah ini.
No
Factor yg di nilai
Komponen
Bobot
1
Permodalan
Rasio modal terhadap ATMR-Aktiva tertim bank menurut resiko.
25%
2
Kualitas aktiva produktif
a.       Aktifa produktif diklasifikasikan ( APD) terhadap aktiva produktiv (AD)
b.      Rasio penyisian penghapusan aktiva produktif yang di bentuk oleh bank (PPAYD) terhadap penyisihan yang wajib di bentuk oleh bank (PPAWD)
30%
25%
5%
3
Manajemin
a.       Manajemin umum
b.      Manajemin resiko
25%
10%
15%
4
Rentabilitas
a.       Rasio usaha rata-rata terhadap volume usaha
b.      Rasio biaya operasional terhadap penda-penda operasional
10%
5%
5
Likuiditas
a.       Rasio kewajiban bersih antar bank terhadap modal inti
b.      Ratio kredit terhadap dana yang diterima oleh bank dalam rupiah dan volume asing
10%
5%
5%




F.Faktor Pengurang Penilaian Kesehatan Bank
1.      Pelanggaran ketentuan BMPK- Batas Maksimum Pemberian  Kredit
1)      Pelanggaran dihitung berdasarkan jumlah komulatif pelanggaran BMPK kepaada kreditur individual, kelompok dan pihak yang terkait dengan bank terhadap modal bank.
2)      Sanksi pengurangan nilai kredit sebagai berikut:

a.       Untuk setiap pelanggang BMPK- nilai kredit dikurangi 5
b.      Untuk setiap 1% pelanggaran BMPK, nilai kredit dikurangi lagi 0,o5 dengan maksimal 10

2.      Pelanggaran ketentuan PDN-Posisi Devisa Netto
a.       Pelanggaran terhadap ketentuan PDN dihitung atas dasar jumlah kumulatif pelanggaran yang terjadi dalam satu bulan yang dihitung atas dasar laporan mingguan yang memuat rata-rata hari dalam seminggu, baik secara total maupun secara administrative.
b.      Sanksi pengurangan nilai kredit untuk setiap 1% pelanggaran PDN nilai kredit dikurangi 0,05% dengan maksimal 5.
Hasil Penilaian Dan Predikat Tingkat Kesehatan Bank
Berdasarkan hasil penilaian terhadap factor dan komponen permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemin, rentabilitas, maka akan diperoleh nilai kredit gabungan. Setelah nilai keredit gabungan dikurangi dengan nilai kredit pengurang akibat pelanggaran ketentuan bank, maka tingkat kesehatan bank dapat ditetapkan dalam 4 golongan predikat sebagai berikut.
a.       Nilai kredit : 81 sampai dengan 100 dengan predikat SEHAT
b.      Nilai kredit : 66 s/d kurang dari 81 dengan predikat CUKUP SEHAT
c.       Nilai kredit : 51 s/d kurang dari 66 dengan predikat KURANG SEHAT
d.      Nilai kredit : 0 s/d kurang dari 51 dengan predikat TIDAK SEHAT























BAB III
PENUTUP
Sebagai akhir dari maka ini, maka saya akan memberikan beberapa penutup dan kesimpulan dan saran :

A.     Kesimpulan

Gambaran kinerja suatu bank  pada umum nya dan bank syari’ah pada khususnya, biasanya bercermin pada laporan keuangan. Suatu laporan keuangan bermanfaat  apabila imformasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, releven, andal dan dapat diperbandingkan. Namun, dalam dalam beberapa hal bank perlu menyediakan imformasi yang mempunyai pengaruh keuangan masa depan. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan investasi  tidak bebas penggunan, laporan sumber dan penggunaan zakat dan dana kebijakan, laporan sumber dan penggunaan qord, dan catatan atas laporan keuangan. Kesehatan bank adalah suatu kepentingan bersama antara pemilik lembaga /bank dan orang-orang yang berkaitan.

B.     Saran

Berdasarkan latar belakang diatas, saran dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Hendaknya Dosen dan mahasiswa dapam memahami makala yang sangat sederhana ini, dan bias menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam berminat bekerja dibank, dan bermamfaat bagi kita semuanya.












Daftar pustaka

Ø  Mulkani, Perbedaan Efisiensi Produksi Bank  Syari’ah dan Bank Konversional di Indonesia, Sekripsi. Yogyakarta STISY,2003.

Ø  Karim, Adimarwan, Islamic Microeconomics, Jakarta institute, 2001


Ø  Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah institute Bank Indonesi, KONSEP, PRODUK DAN IMPLEMENTASI OPERASIONAL BANK SYARI’AH, Jakarta, Anggota IKAPI 2002